Sabtu, 07 November 2009

hai semua

hehe...iseng aja

A Roha Tamasho Jyotih !!! ?Wahai kaum muda, bangkitlah engkau dari kegelapan menuju cahaya yang terang.?

Mengutip pernyataan yang begitu populer ,yang mengatakan bahwa ;
?Bangsa yang besar, adalah bangsa yang bisa ?menghormati? sejarahnya.?

Secara sederhana,pernyataan ini dapat diartikan,bahwa bila ingin memiliki bangsa yang besar,maka salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menghormati sejarah bangsanya. Ketika masuk kedalam kehidupan organisasi,hal inipun berlaku demikian.Tatkala penggerak organisasi mampu menghormati sejarahnya secara baik,niscaya organisasi tersebut akan menjadi besar.

Tongkat Estafet Kepemimpinan FOKUS Hindu Kota Mataram

Suatu hal yang wajar dalam sebuah organisasi terjadi regenerasi. Dan regenerasi harus tetap terjadi,demi organsasi itu sendiri.
Ketua terpilih pertama pada Rapum I adalah Oman Ari Wisata,namun hanya bisa memimpin selama 8 bulan,karena alasan kesibukan sekolah,dan kemudian pada desember 2007 akhirnya mengundurkan diri. Akhirnya,terjadilah pergantian antar waktu (PAW),yang kemudian diangkatlah pelaksana tugas (plt) saat itu,yaitu Ni Wayan Padmawati sebagai Ketua,mengisi kursi Ketua yang lowong. Dan berlanjut hingga akhir masa jabatan,dan didemisioner pada bulan Oktober 2008 di Rapum II. Pada Rapum II,terpilihlah Ni Made Dwi Desi Antari Putri sebagai ketua terpilih hingga akhir masa jabatan Ketua ke III,
Kemudian pada Rapum III, I Made Wahyu Waisnawa terpilih untuk menjadi ketua FOKUSH yang ke-IV

Tongkat Estafet Kepemimpinan FOKUS Hindu Kota Mataram

Suatu hal yang wajar dalam sebuah organisasi terjadi regenerasi. Dan regenerasi harus tetap terjadi,demi organsasi itu sendiri.
Ketua terpilih pertama pada Rapum I adalah Oman Ari Wisata,namun hanya bisa memimpin selama 8 bulan,karena alasan kesibukan sekolah,dan kemudian pada desember 2007 akhirnya mengundurkan diri. Akhirnya,terjadilah pergantian antar waktu (PAW),yang kemudian diangkatlah pelaksana tugas (plt) saat itu,yaitu Ni Wayan Padmawati sebagai Ketua,mengisi kursi Ketua yang lowong. Dan berlanjut hingga akhir masa jabatan,dan didemisioner pada bulan Oktober 2008 di Rapum II. Pada Rapum II,terpilihlah Ni Made Dwi Desi Antari Putri sebagai ketua terpilih hingga akhir masa jabatan Ketua ke III,
Kemudian pada Rapum III, I Made Wahyu Waisnawa terpilih untuk menjadi ketua FOKUSH yang ke-IV

Sejarah singkat berdirinya FOKUSH kota Mataram

Berawal oleh sebuah keinginan dari senior kami dari KMHDI,yang akrab disapa ‘Kak Pedro’ ,maka tercananglah sebuah niatan untuk mengadakan sebuah acara renungan menyongsong tahun baru 2007,sebagai langkah nyata keprihatinan terhadap merosotnya moral remaja,khususnya remaja Hindu di Kota Mataram. Dan tidak lama kemudian,ternyata Tuhan berkehendak dengan jalan-Nya sendiri. Kak Pedro dipanggil oleh-Nya lebih dahulu dari kita. Namun,keinginan mulia Beliau tidak memerlukan waktu yang lama untuk terwujud,karena dari usulan untuk membuat renungan tersebut,segera mendapat respon yang cepat dari siswa-siswa Hindu yang ada di Mataram. Maka tidak lama,terbentuklah “GERAHAM”,Gerakan Siswa Hindu Kota Mataram. Yang kemudian berhasil membuat sebuah acara malam renungan yang dihadiri oleh sekitar 200 siswa Hindu di Kota Mataram. 
 Bagaimana dengan kelanjutannya ? Apa terhenti sampai disini ? :-)


Sebuah tindak lanjut dari GERAHAM,maka panitia dari GERAHAM itu sendiri berkumpul kembali,dan oleh saran dari senior kami dari KMHDI dan tentunya bantuan dan bimbingan yang begitu besar,maka terjadilah kesepakatan untuk membentuk sebuah kepanitiaan yang bertugas untuk membentuk sebuah organisasi Hindu yang nantinya akan mewadahi organisasi-organisasi kerohanian Hindu tingkat SMA/SMK di Kota Mataram.
 Akhirnya,pada tanggal 6 April 2007,menjadi hari bersejarah bagi FOKUS Hindu Kota Mataram,karena pada tanggal tersebut,FOKUS Hindu Kota Mataram resmi secara hukum berdasarkan AD/ART menjadi sebuah organisasi yang menaungi organisasi-organisasi kerohanian Hindu tingkat SMA/SMK yang ada di Kota Mataram. 
:-)

A Roha Tamaso Jyotih

A Roha Tamasho Jyotih !!!
“Wahai kaum muda, bangkitlah engkau dari kegelapan menuju cahaya yang terang.“